Dalam dunia IoT, perangkat perlu berkomunikasi. Ada berbagai medium yang bisa dipakai: Infrared (IR), ultrasonik, gelombang radio (RF), hingga cahaya tampak (Li-Fi). Artikel ini bakal ngebahas masing-masing medium, kelebihan, kekurangan, dan kapan lo harus pake salah satunya.
| Medium | Frekuensi | Jarak | Penetrasi | Kecepatan | Contoh Teknologi |
|---|---|---|---|---|---|
| Inframerah (IR) | 300 GHz - 430 THz | 5-10 m | Tidak tembus dinding | Sedang | Remote TV, IR sensor |
| Ultrasonik | 20 kHz - 200 kHz | 4-10 m | Tidak tembus dinding | Rendah | Sensor parkir, sonar |
| Gelombang Radio (RF) | 3 kHz - 300 GHz | 10 m - 10 km+ | Tembus dinding | Rendah - Tinggi | LoRa, WiFi, Bluetooth |
| Bluetooth LE | 2.4 GHz | 10-100 m | Terbatas | 1-2 Mbps | Headset, IoT sensors |
| WiFi | 2.4/5/6 GHz | 10-100 m | Terbatas | 100 Mbps - 9.6 Gbps | Smart home, streaming |
| LoRa | 433/868/915 MHz | 5-20 km | Bagus | 0.3-50 kbps | Sensor jarak jauh |
| NFC | 13.56 MHz | <10 cm | - | 106-424 kbps | Pembayaran, tap cards |
| Li-Fi | 430-770 THz | 1-10 m | Tidak tembus | Mbps - Gbps | Komunikasi dengan LED |
Inframerah menggunakan cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak. Paling populer buat remote control TV, AC, dan sensor jarak sederhana.
Kelebihan: Murah, mudah implementasi, tahan interferensi elektromagnetik.
Kekurangan: Gak tembus dinding, butuh line-of-sight (harus lurus), jarak pendek (5-10 meter).
Menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi di atas 20 kHz (manusia gak bisa denger). Populer buat sensor jarak (HC-SR04) dan sonar.
Kelebihan: Murah, akurat untuk pengukuran jarak pendek, gak terganggu cahaya.
Kekurangan: Gak tembus dinding, gangguan dari suara frekuensi tinggi, jarak terbatas (2-10 meter).
Ini adalah medium paling fleksibel dan paling luas dipakai di IoT. Gelombang radio bisa tembus dinding, jangkauan jauh, dan punya berbagai varian (LoRa, WiFi, Bluetooth, Zigbee, dll).
Cocok buat perangkat yang butuh komunikasi jarak pendek dengan konsumsi daya rendah. Headset, smartwatch, beacons, dan sensor kesehatan.
Paling umum untuk IoT karena infrastruktur udah banyak tersedia. Cocok buat smart home, kamera IP, dan perangkat yang butuh bandwidth besar.
Teknologi LPWAN (Low Power Wide Area Network) dengan jangkauan sampai 20 km di pedesaan. Konsumsi daya sangat rendah. Cocok buat sensor pertanian, smart city, dan lingkungan.
Protokol mesh network untuk smart home. Konsumsi daya rendah, tapi butuh gateway (coordinator).
Jarak sangat pendek (<10 cm), biasanya buat pembayaran, akses pintu, atau pairing perangkat cepat.
Komunikasi data pakai cahaya tampak dari LED. Kecepatan bisa mencapai Gbps, tapi gak tembus dinding.
Aplikasi: Ruangan yang sensitif terhadap radiasi RF (rumah sakit, pesawat), underwater communication, smart lighting.
Meskipun IoT identik dengan nirkabel, komunikasi kabel masih punya tempat: lebih stabil, lebih aman, dan lebih cepat.
ESP32 support banyak medium sekaligus:
Gak ada medium yang "paling baik" — semuanya tergantung kebutuhan lo. Yang penting lo paham karakteristik setiap medium biar bisa milih yang pas buat proyek IoT lo.