📅 6 Juni 2026 | ⏱ 10 menit baca | 👤 SUGENK WAVE
📡 Apa Itu ISM Band? Frekuensi Bebas Lisensi untuk IoT
ISMFrekuensiLoRaWiFiBluetoothIoT
Pernah dengar LoRa 433 MHz, WiFi 2.4 GHz, atau Bluetooth? Semua teknologi itu beroperasi di pita frekuensi yang disebut ISM band (Industrial, Scientific, and Medical). Artikel ini bakal ngebahas apa itu ISM band, frekuensi yang tersedia di Indonesia sesuai aturan Kominfo terbaru, dan aplikasinya di IoT.
Apa Itu ISM Band?
ISM band adalah pita frekuensi radio yang dialokasikan secara global untuk keperluan industri, ilmiah, dan medis. Keistimewaannya: tidak perlu lisensi (izin kelas / free license) untuk menggunakannya, asalkan memenuhi batasan daya yang diatur oleh Kominfo.
Ini kenapa LoRa, WiFi, Bluetooth, Zigbee, dan RFID bisa dipakai oleh siapa aja tanpa harus urus izin individu ke pemerintah.
💡 Nama "ISM" berasal dari pengguna awal: pemanas induksi industri, diatermi medis, dan peralatan ilmiah seperti microwave (yang justru pakai 2.4 GHz).
Frekuensi ISM yang Berlaku di Indonesia (Kominfo 2025)
Berdasarkan Permenkominfo No. 2 Tahun 2025 dan Kominfo No. 5 Tahun 2024, berikut pita frekuensi yang legal tanpa lisensi individu untuk IoT/SRD:
| Kategori | Frekuensi | Teknologi | Karakteristik |
| ISM/LPWAN/SRD | 433-434,79 MHz | LoRa, RFID, LPWAN | Jangkauan jauh (5-15 km), untuk sensor pertanian, smart city |
| ISM/LPWAN/SRD | 920-923 MHz | LoRa, Sigfox | Jangkauan jauh, pita lebih bersih, direkomendasikan |
| RLAN / Wi-Fi | 2,4-2,4835 GHz | Wi-Fi, Bluetooth, Zigbee | Paling umum di rumah/kantor, jangkauan pendek |
| RLAN / Wi-Fi 5 | 5,15-5,35 GHz / 5,725-5,825 GHz | Wi-Fi 5 | Kecepatan tinggi, line of sight |
| RLAN / Wi-Fi 6E/7 | 5,925-6,425 GHz | Wi-Fi 6E, 7 | Teknologi terbaru, bandwidth super lebar |
❌ Frekuensi yang Tidak Boleh untuk IoT Publik
Jangan gunakan frekuensi ini untuk proyek IoT biasa karena butuh lisensi khusus atau dilarang:
- 27 MHz - Ini pita Radio Amatir yang butuh lisensi resmi (lisensi AR). Tidak boleh dipakai untuk IoT publik.
- 27,12 MHz - Aturan SRD terbaru (2025) tidak mencantumkan frekuensi ini. Jadi tidak disarankan untuk proyek baru.
- Frekuensi selain yang disebut di tabel ISM - Biasanya dialokasikan untuk militer, radio amatir (butuh lisensi), atau penyiaran.
⚠️ Peringatan: 27 MHz adalah pita Radio Amatir berlisensi. Jangan pakai untuk proyek IoT biasa! Lo bisa kena teguran Kominfo dan denda.
Rekomendasi Frekuensi untuk IoT di Indonesia
- LoRa / LPWAN (jarak jauh, daya rendah): Pilih 433 MHz atau 920 MHz. Keduanya legal dan cocok untuk smart agriculture, sensor lingkungan, smart city.
- WiFi / Bluetooth (kecepatan tinggi, jarak pendek): Pilih 2.4 GHz (paling umum) atau 5.8 GHz (kalau butuh kecepatan lebih tinggi).
- WiFi 6E / 7 (teknologi terbaru): Pilih 6 GHz (5,925-6,425 MHz) untuk perangkat yang support.
Implementasi di ESP32
// WiFi 2.4 GHz
#include
WiFi.begin(ssid, password);
// Bluetooth 2.4 GHz
#include
BluetoothSerial SerialBT;
// LoRa 433/915/923 MHz (pakai module SX1276)
#include
LoRa.begin(433E6); // Bisa juga 433E6 atau 920E6
Regulasi Daya Maksimum di Indonesia
- 2,4 GHz (WiFi/Bluetooth): Maksimum 100 mW EIRP untuk perangkat dalam ruangan
- 920-923 MHz (LoRa): Maksimum 500 mW EIRP
- 433-434,79 MHz (LoRa): Maksimum 100 mW (mengikuti aturan SRD)
- 27 MHz: Hanya untuk radio amatir berlisensi, daya sampai 100 W (tapi jangan dipakai publik!)
💡 Buat proyek IoT di Indonesia: pilih LoRa 433 MHz atau 920 MHz untuk jangkauan jauh, atau WiFi/Bluetooth 2.4 GHz untuk kecepatan tinggi. Hindari 27 MHz karena butuh lisensi radio amatir!