NEO-1 adalah satelit eksperimental Indonesia yang dirancang untuk memantau objek dekat Bumi (Near-Earth Object) dan berkontribusi pada riset astronomi serta mitigasi ancaman asteroid. Misi ini adalah langkah penting bagi Indonesia untuk terlibat aktif dalam eksplorasi dan keamanan luar angkasa.
NEO-1 adalah satelit yang dilengkapi dengan teleskop inframerah dan sensor optik untuk mendeteksi asteroid dan komet yang melintas dekat Bumi. Dengan ukuran yang kompak (sekitar 50 kg), satelit ini dirancang untuk beroperasi di orbit rendah Bumi (LEO) dan mengirimkan data secara real-time ke stasiun bumi di Indonesia.
NEO-1 menggunakan sistem propulsi listrik untuk manuver orbit, panel surya lipat untuk daya, dan komunikasi S-band untuk mengirim data. Satelit ini juga dilengkapi dengan AI onboard untuk memproses gambar sebelum dikirim ke Bumi — mengurangi kebutuhan bandwidth.
Dengan NEO-1, Indonesia menunjukkan kemampuannya dalam merancang dan mengoperasikan satelit berteknologi tinggi. Selain itu, misi ini membuka peluang bagi kolaborasi dengan negara lain, transfer teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kedirgantaraan.
Data dari NEO-1 dapat diintegrasikan dengan jaringan Genk Mesh dan Chat AIoT untuk mendistribusikan informasi ke komunitas, peneliti, dan instansi terkait secara cepat dan terdesentralisasi. Ini adalah contoh bagaimana infrastruktur DePIN dapat mendukung misi sains dan keamanan.
NEO-1 adalah kebanggaan Indonesia di bidang luar angkasa. Dengan misi yang jelas, teknologi canggih, dan integrasi dengan ekosistem IoT, satelit ini menjadi simbol bahwa Indonesia siap mengambil peran lebih besar dalam eksplorasi dan perlindungan planet Bumi.