...
Ilmuwan Kyoto University mengajukan hipotesis baru: badai Matahari berpotensi memicu gempa bumi.
Ionosfer adalah lapisan atmosfer atas Bumi di ketinggian 60-1000 km, penuh partikel bermuatan listrik. Mempengaruhi propagasi sinyal radio dan satelit navigasi.
Saat badai Matahari besar, kepadatan elektron di ionosfer meningkat drastis. Melalui capacitive coupling, muatan ini menghasilkan medan listrik kuat di dalam rongga batuan yang sudah retak, berpotensi memicu gempa pada patahan kritis.
Peneliti GFZ Jerman mengembangkan NET (Neural Network-based Electron density model) yang 2-3x lebih akurat dari model IRI standar.